Tahukah kamu bahwa HRD perusahaan menerima
puluhan bahkan ratusan lamaran kerja setiap kali proses perekrutan? Penelitian
menyebutkan bahwa rata-rata HRD hanya membutuhkan waktu kurang dari 1
menit untuk memutuskan apakah kamu layak untuk maju ketahap selanjutnya
atau tidak. Dengan waktu yang sesingkat itu untuk menyeleksi lamaran, apa yang
sebenarnya perusahaan cari dan apa yang harus kamu hindari untuk disebutkan
dalam CV? Baca baik-baik tips berikut ini!
1. Jangan Menjelaskan Riwayat Hidup
Terlalu Detail
Setiap orang pasti ingin membuat CV yang
bagus untuk membuat HRD terkesan, namun kadang malah memasukkan detail tidak
penting ke dalam CV. Sehingga kadang kala memasukkan hal-hal yang tidak penting
Contohnya, kamu mungkin memasukkan informasi mengenai pengalaman magang yang
sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan jabatan yang akan kamu lamar.
Solusinya adalah hanya memasukkan
informasi riwayat pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaan yang akan kamu
lamar. Jika perusahaan mencari kandidat di bidang marketing, HRD perusahaan
pastilah mencari kandidat yang mempunyai pengalaman di bidang tersebut. Jadi,
bila pelamar tidak mempunyai pengalaman di bidang marketing, kemungkinan CV-nya
tidak akan dilirik HRD.
2. CV yang Berantakan
CV berantakan merupakan hal yang paling
dibenci oleh HRD. Ini disebabkan karena mereka sulit untuk mendapatkan
informasi secara cepat. Susun CV-mu sejelas dan seringkas mungkin. Berikan
detail namamu, pekerjaan terkini dan pengalaman yang berhubungan dengan
pekerjaan yang akan kamu lamar. Buatlah dalam bentuk pointers sehingga
memudahkan para perekrut untuk mendapatkan informasi tentangmu.
3. Tujuan yang Standar
Menulis pernyataan tujuan yang tidak standar di surat lamaran adalah
salah satu yang harus kamu hindari. Pernyataan klasik seperti “Mencari
pekerjaan yang menantang dan menawarkan pengembangan professional” sebaiknya
tidak perlu kamu tulis.
Fokuslah ke pekerjaan yang kamu mau dan
hanya jabarkan pengalaman dan kemampuan kamu yang berkaitan dengan pekerjaan
tersebut. Baca berulang kali untuk memastikan apakah tawaran pekerjaan tersebut
cocok denganmu atau tidak.
4. Data Pribadi yang
Tidak Relevan
Apabila kamu aktif di kegiatan keagamaan
atau olahraga, dan kegiatan tersebut tidak berhubungan sama sekali dengan
pekerjaan yang kamu lamar, janganlah cantumkan ke dalam CVmu. Ini bisa dianggap
berlebihan dan tidak relevan untuk dicantumkan ke dalam CV.
Namun misalnya, pekerjaan yang kamu lamar
adalah sebagai humas di sebuah kegiatan amal dan kamu mempunyai pengalaman di
bidang yang serupa, itu berarti harus dicantumkan.
5. Kemampuan yang Umum
Para perekrut pasti akan bosan mendengar
jika kamu menerangkan bahwa kamu sangat mahir dalam Microsoft Office. Semua
pekerja di zaman modern saat ini pastilah memiliki skill tersebut.
Jadi stop untuk membanggakan keahlianmu dalam menggunakan Microsoft Office.
Lain halnya jika kamu berkerja dalam
industri pengembangan perangkat lunak dan melamar pekerjaan sebagai pengembang software, skill Microsoft
Office mungkin akan dibutuhkan. Tapi jika, skill Microsoft
Office tersebut hanya sebagai keahlian normal untuk menyelesaikan pekerjaan
rutinmu, sebaiknya tidak perlu kamu tulis. Hanya tuliskan keahlian-keahlian wajib yang bisa mendukungmu.

0 Response to "5 Hal yang Tidak Ingin Dilihat HRD Perusahaan di CV Pelamar"
Post a Comment
Silahkan tinggalkan jejak Anda dan terima kasih telah berkunjung anakrantaujepara.blogspot.com. Semoga artikel yang telah Anda baca dapat bermanfaat. Yosha!!!